Ponsel baru biasanya langsung dipenuhi ikon bawaan, dan dalam sebulan layar utama berubah jadi lautan ikon yang sulit dibaca. Akibatnya kamu sering menggeser layar berkali-kali hanya untuk membuka aplikasi yang dipakai setiap hari. Cara mengatur aplikasi di layar utama HP bisa dimulai dari hal kecil: mengelompokkan yang sejenis, menaruh yang sering dipakai di jangkauan jempol, dan menyembunyikan sisanya di laci aplikasi.
Mulai dari kebiasaan, bukan dari tema
Sebelum menggeser ikon, perhatikan apa yang benar-benar kamu buka dalam sehari. Chat, kamera, transportasi, dan dompet digital biasanya masuk daftar teratas. Aplikasi yang hanya dibuka sebulan sekali tidak perlu menempati halaman pertama.
Langkah ini terasa sepele, tapi menentukan seluruh tata letak. Kalau kamu menata berdasarkan tema warna atau sekadar mengikuti tren, seminggu kemudian layar kembali berantakan karena tidak sesuai dengan cara kamu memakai ponsel.
1. Kelompokkan aplikasi ke dalam folder
Folder adalah alat paling dasar untuk merapikan layar utama. Buat grup berdasarkan fungsi, misalnya “Kerja” untuk email, kalender, dan aplikasi rapat; “Keuangan” untuk mobile banking dan dompet digital; “Hiburan” untuk pemutar musik dan video.
Isi tiap folder sebaiknya tidak lebih dari delapan aplikasi. Lebih dari itu, kamu akan tetap menggulir di dalam folder dan manfaatnya hilang. Beri nama folder yang langsung terbaca, bukan singkatan yang hanya kamu sendiri paham.
- Kerja: email, kalender, penyimpanan cloud, aplikasi rapat
- Keuangan: mobile banking, dompet digital, pencatat pengeluaran
- Hiburan: musik, video, podcast, game kasual
- Perjalanan: peta, transportasi online, tiket
2. Taruh aplikasi terpenting dalam jangkauan jempol
Bagian layar yang paling mudah dijangkau satu tangan adalah sisi kanan bawah, terutama di ponsel berukuran besar. Tempatkan empat sampai enam aplikasi yang paling sering dibuka di sana. Sisa ruang di bagian atas bisa diisi widget atau aplikasi yang jarang dibuka.
Kebiasaan ini mengurangi gerakan tangan dan risiko ponsel terlepas saat dibuka sambil berdiri di angkutan umum. Kalau kamu memakai dua tangan saat mengoperasikan ponsel, susunan ini tetap membantu karena mata langsung menemukan ikon yang dicari.
3. Manfaatkan widget untuk informasi yang sering dilihat
Beberapa aplikasi lebih sering dipantau daripada dibuka. Cuaca, jadwal, dan kalender termasuk di antaranya. Widget ukuran sedang menampilkan informasi itu tanpa perlu membuka aplikasi sama sekali.
Batasi jumlah widget di halaman pertama. Dua sampai tiga widget sudah cukup; lebih dari itu layar utama kembali padat dan ikon terdorong ke halaman berikutnya. Letakkan widget di bagian atas dan ikon di bawah agar mata punya alur baca yang tetap.
4. Kurangi halaman layar utama
Banyak pengguna membiarkan lima atau enam halaman penuh ikon karena malas menghapus. Coba pangkas menjadi dua halaman: satu untuk aplikasi harian, satu untuk widget dan aplikasi mingguan. Aplikasi lain tetap bisa diakses lewat laci aplikasi dengan menggeser ke atas atau menekan tombol menu.
Laci aplikasi di Android biasanya sudah punya pencarian, jadi menemukan aplikasi yang jarang dipakai justru lebih cepat lewat ketik nama daripada menggeser halaman. Kalau ruang penyimpanan ikut menipis karena banyak aplikasi terpasang, langkah membersihkan aplikasi yang tidak terpakai bisa dibaca di panduan cara menghemat ruang penyimpanan HP untuk pemula.
5. Samakan susunan antar perangkat
Kalau kamu memakai ponsel dan tablet, susun ikon dengan pola yang sama. Menempatkan aplikasi chat di posisi yang sama di kedua perangkat mengurangi kebiasaan salah tekan. Sebagian produsen menyediakan fitur pencadangan tata letak layar utama, jadi susunan bisa dipulihkan saat ganti perangkat.
Untuk proyek yang butuh mengumpulkan banyak tautan referensi, menata aplikasi saja tidak cukup. Kamu perlu tempat menyimpan tautan secara rapi, misalnya dengan cara membuat arsip link otomatis untuk riset supaya tautan tidak menumpuk di aplikasi catatan.
6. Atur notifikasi sebelum menambah aplikasi baru
Layar utama yang rapi akan cepat berantakan lagi kalau setiap aplikasi baru langsung menaruh ikon dan mengirim notifikasi. Saat memasang aplikasi, langsung tentukan dua hal: apakah ikonnya perlu muncul di layar utama, dan apakah notifikasinya perlu aktif.
Sebagian besar aplikasi tetap bisa dipakai tanpa ikon di layar utama. Matikan notifikasi untuk aplikasi yang tidak mendesak, lalu aktifkan hanya untuk chat dan panggilan. Cara ini juga membantu mengurangi konsumsi baterai dan panas berlebih saat ponsel dipakai terus-menerus, yang pernah dibahas di artikel cara mengatasi HP cepat panas saat main game.
7. Rapikan aplikasi edit video dan konten
Bagi yang sering membuat konten, aplikasi edit video biasanya menumpuk di layar utama bersama aplikasi kamera. Kelompokkan semuanya dalam satu folder, lalu taruh folder itu di halaman kedua. Pilih satu aplikasi utama untuk pengeditan harian dan simpan sisanya sebagai cadangan.
Sebelum memilih, bandingkan dulu kebutuhanmu dengan hasil perbandingan aplikasi edit video di HP untuk konten komunitas. Setelah aplikasi yang dipakai menetap, susunan folder tidak perlu sering diubah lagi.
8. Lakukan penataan ulang sebulan sekali
Kebutuhan berubah: aplikasi kerja yang dulu sering dibuka bisa jadi jarang terpakai setelah proyek selesai. Sisihkan beberapa menit setiap bulan untuk memeriksa layar utama. Hapus aplikasi yang tidak dipakai, pindahkan ikon yang jarang disentuh ke laci, dan perbarui isi folder.
Penataan berkala juga membantu mendeteksi aplikasi asing yang tidak sengaja terpasang. Kalau ada ikon yang tidak kamu kenali, periksa izin dan sumbernya sebelum membuka.
Ringkasan
Layar utama yang rapi dibangun dari kebiasaan pemakaian, bukan dari tema visual yang sedang populer. Kelompokkan aplikasi ke folder kecil, taruh yang sering dibuka di jangkauan jempol, batasi jumlah widget, dan pangkas halaman menjadi dua. Tinjau susunannya sebulan sekali supaya tetap sesuai kebutuhan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah menghapus ikon dari layar utama akan menghapus aplikasinya?
Tidak. Di Android, menghapus ikon dari layar utama hanya melepas pintasan. Aplikasi tetap terpasang dan bisa dibuka lewat laci aplikasi. Perintah uninstall adalah pilihan terpisah di menu yang sama.
Berapa jumlah aplikasi yang ideal di satu folder?
Tidak ada angka pasti, tetapi delapan aplikasi per folder cukup mudah dipindai. Kalau isinya lebih dari itu, pecah folder berdasarkan fungsi yang lebih spesifik, misalnya memisahkan aplikasi kerja internal dan aplikasi komunikasi.
Apakah tata letak layar utama bisa dipindahkan ke ponsel baru?
Tergantung merek dan sistem operasinya. Sebagian produsen menyediakan pencadangan tata letak layar utama saat proses pemindahan data. Kalau fitur itu tidak tersedia, susun ulang secara manual dengan pola folder yang sama supaya tidak perlu belajar posisi baru.